Custom Search

Rabu, 31 Agustus 2011

Terapi Bekam, Hilangkan Gangguan Saraf



Pengobatan alternatif dengan metode bekam, bukanlah hal baru di kalangan masyarakat Indonesia. Pengobatan itu bahkan telah dipraktikkan ribuan tahun lalu dari di Timur Tengah hingga ke daratan Cina.

Bahkan Rasululloh Muhammad SAW menurut riwayat para sahabatnya kerap melakukan pengobatan dengan bekam untuk mengatasi penyakit yang dideritanya.

Begitu hebatnya terapi pengobatan dengan bekam, tak salah bila rubrik Alternatif kali ini menampilkan Zai-nuddin, praktisi terapi bekam dari Herba Center Sambas, yang membuka praktik di Jl Taman Rawa Pening V/6, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Zainuddin menuturkan, bekam dalam bahasa Arab disebut Hijamah. Usaha yang dilakukan dalam pengobatan bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau angin dengan menggunakan alat yang disebut kop (menyerupai gelas kecil) yang ditempelkan pada beberapa titik tubuh.

"Tujuan pengobatan bekam adalah mengeluarkan darah kotor. Darah kotorlah sumber berbagai penyakit," kata Zainuddin.

Titik utama yang harus dibekam hanyalah tiga. Satu titik berada di tengah ubun-ubun, dua titik di bawah bagian telinga kiri dan kanan. Namun, bisa juga ditambahkan beberapa titik lagi, misalnya titik yang berada di daerah punggung, pinggang, dan kaki, tangan dan tulang ekor. "Umumnya metode ini untuk meringankan gangguan pada organ dan saraf, terutama karena gangguan
kelebihan darah, darah kotor atau ke-dua-duanya. Ada beberapa titik bekam yang disukai Rasullulah SAW, yakni di atas dua urat leher, tujuannya untuk mencegah sakit kepala, sakit di wajah, sakit gigi, sakit telinga, sakit hidung dan sakit kerongkongan," ujarnya.

Bekam pada tengkuk atau kuduk, kata Zainuddin, dapat mencegah tekanan darah pada tengkuk, mengatasi rabun, benjolan di mata, rasa berat pada alis dan kelopak mata serta mengobati lepra.
"Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa Rasulullah SAW pernah menjalani hijamah (bekam) atas dua bagian di tubuh, yaitu bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher," ujarnya.

Bekam pada pelipis untuk mengobati sakit kepala, sakit di wajah, sakit telinga, sakit hidung dan sakit kerongkongan. Bekam pada pundak untuk mengobati penyakit di pundak dan di leher. Bekam di atas pinggul untuk menghilangkan pegal-pegal atau kelelahan.

Berikut penuturan Abdullah (35), karyawan swasta di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta yang bisa kembali tidur nyenyak setelah dibekam oleh Zainuddin. Padahal, sebelumnya ia mengaku sangat sulit tidur, akibat keresahan yang selalu melanda dirinya.

Berbagai terapi dan penggunaan obat penenang telah dicoba Abdullah, namun tidak pernah memberi hasil."Teman sekantor kemudian menganjurkan untuk ikut terapi Bekam ini. Alhamdullillah penyakit gelisah saya hilang, hati terasa
lebih tenang sehingga saya sekarang bisa tidur nyenyak," ujar Abdullah yang dibekam di bagian belakang kepala, kiri dan kanan di bawah telinganya.

Zainuddin menuturkan, teknik bekam terdiri dari dua macam, yaitu bekam kering dan basah. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah) dilakukan dengan mengisap permukaan kulit dan memijat daerah sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor.

Pengobatan itu sangat bermanfaat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan nyeri urat punggung karena sakit rematik.

"Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan sayatan silet atau suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari," katanya.

Sedangkan bekam basah (Hijamah Rothbah) dilakukan permukaan kulit, kemudian secara sengaja kulit dilukai dengan jarum tajam atau silet. Daerah di sekitar luka silet diisap dengan alat cupping set dan hand pump agar darah kator keluar dari dalam tubuh. Lamanya setiap isapan 3 sampai 5 menit dan maksimal 9 menit. "Setelah itu, darah kotor dibuang. Pengisapan tudak lebih dari 7 kali. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih.
Selama 3 jam selanjutnya, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air," ujarnya. Alat bekam yang digunakan, tentu berbebeda dengan zaman duku. Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam, beliau menggunakan kaca yang berupa cawan atau mangkuk. Pada zaman Cina kuno, bekam disebut sebagai pengobatan tanduk karena alat itu dipakai untuk menggantikan kaca, Pada abad 18, masyarakat Eropa menggunakan lintah.

Kini, peralatan yang digunakan adalah pengisap (Hand pump), mangkuk (cupping set), pena karum (lancet device). silet antiseptik (bahan sterilisasi seeperti alkohol) dan sarung tangan kesehatan (rubber gloves).

Dalam mengobati pasien, Zainuddin selalu membukanya dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut sebagai permohonan agar pasien bisa disembuhkan sesuai harapan. "Kalau bisa, pasien puasa dulu selama delapan jam sebelum dibekam," katanya.Usai memanjatkan doa, ia mengoles tubuh pasien dengan alkohol. Tujuannya mematikan bakteri berbahaya yang mungkin menginfeksi kulit. Selanjutnya mangkuk bekam (vacumm cupped) ditempelkan ke bagian tubuh. Agar bisa menempel pada tubuh, mangkuk bekam itu dipompa untuk menyedot udara di dalamnya dengan alat penyedot (vacuum gun).

"Penarikan dengan vacuum gun harus secara perlahan dan bertahan. Jangan sampai pasien merasakan sakit yang berlebihan," ucapnya.
Mangkuk bekam yang ditempelkan ke tubuh pasien biasanya sesuai dengan keluhan penaykitnya. Jumlahnya bisa tiga hingga belasan mangkuk. Setelah dibiarkan selama 10-15 menit, mangkuk yang telah meninggalkan bekas lingkaran merah di kulit kemudian dilepas.

Silet disayatkan ke kulit di bagian bekas mangkuk sebanyak 10 titik. Setelah itu titik-titik tersebut tampak mengeluarkan darah merah. Mangkuk kembali ditempelkan di atas lingkaran bekas bekam yang telah disayat, sambil vacuum gun kembali digerakkan. Darah mulai mengucur lagi lagi dari bagian yang disayat.

Setelah sekitar 10 menit, darah kenyal berwarna hitam menyerupai jeli itu menempel di sisi mangkuk. Setelah selesai, sisi lokasi bekas dibekam kembali dibersihkan dengan alkohol. Mangkuk yang digunakan untuk membekam sangat tergantung pada bagian tubuh yang akan diobati.

Sepintas, jumlah titik yang disayat dimaksudkan memadukan teknik bekam dengan akupuntur. Dari beberapa teknik bekam yang dipraktikkan orang, sebetulnya darah tidak perlu dikeluarkan dengan sayatan. Kini ada alat modern yang disebut blood lancet.
Jarum dapat ditusukkan ke bagian permukaan kulti pasien.
Ia mengingatkan, pengobatan dengan bekam tidak cocok untuk orang tua yang renta dan sakit. Bekam juga tidak dianjurkan bagi penderita tekanan darah sangat rendah, sakit kudis, wanita yang sedang hamil, haid, orang yang sedang minum obat pengencer darah, penderita leukemia, trombosit, alargi kulit serius, orang yang sangat letih, kelaparan, kenyang, kehausan dan gugup.

Bagian tubuh yang tidak boleh dibekam adalah mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Selain itu, bekam tidak boleh di area tubuh yang banyak terdapat simpul limpa, dekat pembuluh besar, ada varises, tumor, retak tulang dan jaringan luka.

Sumber: Tri Wahyuni, SUARA KARYA ONLINE-Minggu, 17 Juli 2005

Minggu, 28 Agustus 2011

Terapi Bekam, Bukan Alternatif


Dewasa ini kita banyak disodori bermacam-macam model terapi penyakit. Pengobatan Kedokteran modern memang belum bisa memberikan solusi yang menyeluruh terhadap berbagai macam penyakit yang ada di tengah-tengah masyarakat. Banyak jenis penyakit yang memaksa para dokter angkat bahu dan hanya bisa memvonis sisa umur yang masih dapat dinikmati sang pasien.
Akibat dari hal ini adalah banyaknya pasien yang mulai menaruh ketidakpercayaan terhadap terapi kedokteran modern barat. Dan ini memang sudah sewajarnya terjadi. Yang tidak wajar adalah banyaknya orang yang akhirnya ikut-ikutan mendiagnosa penyakitnya sendiri bahkan juga penyakit orang lain, lantas bagaikan seorang dokter spesialis mereka memberikan solusi terapinya. Seakan-akan diagnosanya pasti benar sehingga dengan yakinnya merekomendasikan obat alternatif bagi si sakit.
Beberapa macam obat alternatif banyak beredar dan dikenal dengan baik oleh masyarakat. Meskipun demikian yang sering terjadi di masyarakat adalah kesalahpahaman terhadap obat-obatan alternatif tersebut. Kebanyakan hanya latah ikut-ikutan tanpa memahami khasiat yang sesungguhnya. Namanya juga ikut-ikutan.

Contohnya adalah, pada saat diperkenalkan daun Mahkota Dewa sebagai alternatif pengobatan, semua orang menoleh ke obat tersebut. Apalagi diisukan obat ini bisa memberantas segala macam penyakit. Lalu muncullah buah Mengkudu. Disusul dengan Buah Merah. Sebentar lagi mungkin akan muncul buah yang lain, dengan khasiat yang berbeda pula. Namanya juga jualan…..
Bekam, Pilihan Pertama..!!

Rasulullah saw bersabda : “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata,’Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR. Ibnu Majah dan At Tirmidzi)

Sabda beliau yang lain : “Kalau lah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah berbekam.” (Shahih Sunan Abu Dawud)

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.” (Shahih menurut syarat Asy Syaikhainy)

Dari hadits-hadits di atas, nyatalah bagi kita bahwa berbekam itu merupakan pengobatan pilihan pertama, bukan alternatif kedua.

Definisi
Hijamah atau berbekam menurut bahasa adalah ungkapan tentang menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang lantas ditampung di dalam gelas bekam, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana. Lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, untuk mengeluarkan darah.

Khasiat Berbekam (Hijamah)
Sebagian kecil yang bisa disebutkan disini adalah :
1. Sakit kepala secara umum.
2. Pusing-pusing yang bersifat sementara.
3. Migraine.
4. Hemiplegia (lumpuh separo).
5. Perdarahan otak.
6. Bermacam sakit di wajah, seperti sakit gigi, telinga, mata, dan hidung
7. Varises.
8. Rheumatik.
9. Low Back Pain.
10. Gout (encok)
11. Hemorhoid (wasir)
12. Haid tidak teratur.
13. Elephantiasis (kaki gajah)
14. Sesak nafas.
15. Mata bengkak (exophtalmus, proptosis)
16. Liver maupun limpa.
17. Enuresis (ngompol)
18. Konstipasi/sembelit.
19. Furunkel/bisul.

Dan masih banyak penyakit-penyakit lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata, dan Dia lah yang Maha Penyembuh.

Larangan Berbekam.

Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup.

Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .

Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.
Waktu Bekam.

Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : “Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah SAW : “Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan.” .. .

Ibnul Qayyim berkata :, “Pengarang Al Qanun berkata, Diperintahkan penggunaan bekam bukan pada awal bulan (Qamariyah), karena cairan-cairan dalam tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal. Bukan pula akhir bulan, karena cairan-cairan itu berkurang. Yang baik ialah pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan di dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya, karena bertambahnya cahaya dari rembulan.’

Anjuran

Janganlah kita gampang termakan bujukan rayuan terapi alternatif yang belum kita ketahui ilmunya, hanya sekedar mengikuti trend yang berlaku.

Terapi bekam ini sudah mendapat lisensi dari tabib nomor wahid yakni Rasulullah saw. Bahkan para malaikat pun turut serta menganjurkannya. Kurang apa? Kenapa kita malah lebih yakin terhadap promosi para ‘bakul jamu’ yang memang diakui kepandaiannya di dalam menggaet konsumennya? Padahal ketika anda memasukkan segala macem obat tadi ke dalam tubuh, saat itu juga anda mempertaruhkan keselamatan jasmani anda.

Terapi Bekam bukanlah terapi alternatif, akan tetapi terapi pilihan utama. Selain kesembuhan bisa didapat, kita juga mendapat fadhilah ittiba’ Nabi saw.

Kepada siapa anda lebih percaya? Kepada sabda Nabi SAW ataukah kepada tetangga anda yang sering menganjurkan terapi ini dan itu, tetapi di saat anda mendapat kerugian dari terapinya, tetangga anda tidak mau bertanggung jawab atas anjurannya.
Jasmani anda terlalu mahal untuk dipertaruhkan demi mengikuti anjuran tetangga yang buta sama sekali terhadap penyakit anda.
Bagi anda yang masih suka menyarankan terapi bagi sahabat dan karib kerabatnya, pilihlah terapi bekam sebagai pilihan utama. Bukan Alternatif kedua.

sumber : Abu Nafar, dan dari berbagai sumber

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadwal Sholat Indonesia