Custom Search

Sabtu, 13 Agustus 2011

Teknik Pengobatan Bekam, Bukan Beckham!


Oleh: Chika

Dalam mengobati penyakit, ada berbagai teknik pengobatan. Mulai dari obat-obatan dari dokter, obat alternatif seperti tumbuh-tumbuhan, sampai dengan pijat refleksi. Ada juga salah satu cara pengobatan yang cukup unik, yakni Bekam. Bekam adalah teknik pengobatan dengan cara membuang darah kotor dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam juga biasa disebut hijamah, kop atau chantuk. Sedangkan dalam bahasa Inggris, disebut cupping, karena menggunakan cawan/mangkuk kecil sebagai medianya.
Terapi bekam telah dikenal sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Terapi ini telah menyebar dari Timur Tengah, kemudian meluas ke Eropa dan Asia. Sekilas terapi ini terlihat menyeramkan karena dapat mengeluarkan darah dari tubuh. Namun tidak perlu takut, karena darah yang diambil berasal dari permukaan kulit (epidermis). Salah satu pasien yang menjalani bekam mengaku tidak sakit sama sekali. Bahkan terlihat rileks ketika diajak ngobrol.

Sebelum dibekam, pasien disarankan berpuasa atau tidak makan makanan berat 2-3 jam sebelumnya. Abu Nufal, salah satu ahli bekam menerangkan, terapi ini bertujuan membuang darah kotor dari tubuh, sekaligus menyembuhkan berbagai penyakit. Bekam dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit, seperti kanker, asam urat, darah tinggi, asma, dan jantung. Tak sedikit pula pasien pecandu narkoba yang menjalani terapi bekam dan berhasil. Seperti akupunktur, dalam terapi bekam juga dikenal istilah titik-titik aliran darah atau simpul syaraf yang berhubungan dengan penyakit tertentu. Titik yang pasti dalam bekam adalah disekitar leher belakang. Menurut Abu Naufal, di situlah tempat semua pusat saraf berkumpul.

Cara pengobatan bekam diawali dengan mengoleskan alkohol pada kulit yang akan dibekam untuk mensterilkan kulit. Jika pada bagian yang akan dibekam terdapat rambut atau bulu, maka akan dibersihkan atau dicukur terlebih dahulu.

Setelah itu kop bekam ditaruh di atas kulit, tepatnya di titik-titik tertentu yang akan diobati. Kemudian kop tersebut dihisap dengan mengunakan alat hisap (hand pump) dan dibiarkan selama lima menit. Setelah lima menit, kop dilepaskan. Saat itu warna kulit telah berubah menjadi merah dan kehitaman. Kemudian kulit ditusuk-tusuk dengan jarum atau disayat kecil-kecil menggunakan silet guna mengeluarkan darah kotor, lalu kembali dipasangi kop di tempat yang sama dan dihisap kembali.

Perlahan-lahan keluarlah darah kotor yang menggenangi kop. Darah yang keluar bisa bermacam-macam. Tergantung dari penyakit yang diderita. Biasanya penghisapan ini diulangi 2-3 kali hingga darah berhenti keluar.

Frekuensi melakukan bekam tergantung penyakit yang diderita, bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali. Bagi yang hanya ingin mengeluarkan darah kotor, terapi bekam cukup dilakukan 3 bulan sekali. Biasanya setelah dibekam, efek sampingnya adalah mengantuk, sehingga dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan setelah dibekam. Bekam juga tidak membuat kecanduan. Kebanyakan pasien tidak perlu bolak-balik untuk dibekam. Semua itu tergantung dengan penyakit yang diderita.

Abu Naufal sendiri mengaku telah mengobati sekitar 700 pasien. Ia bahkan pernah mengobati pasien dengan penyakit berat seperti diabetes, kanker kelenjar getah bening, kanker payudara dan jantung. Abu Naufal menerangkan, ia hanyalah membantu menyembuhkan, sedangkan kesembuhannya ada di tangan Sang Pencipta. Ia tidak bisa memprediksi berapa lama orang tersebut akan sembuh.

Abu Naufal menjelaskan bekam bukanlah pengobatan alternatif, melainkan pengobatan utama. Pengobatan bekam juga tidak menyita waktu. Hanya sekitar 30 menit sampai satu jam saja. “Bekam merupakan cara pengobatan yang dianjurkan, namun kesembuhan itu sendiri hanya berasal dari Yang Di-Atas,” pesan Abu Naufal.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadwal Sholat Indonesia